Mesum di Kolong Ranjang Rumah Kost Digrebeg Wrga

Cewek ABG berinisial LP asal Kecamatan Geumpang itu dilaporkan bermesum ria dengan putra pemilik rumah kos berinisial AS (17), di kawasan Gampong Mesjid Runtoh, Kecamatan Pidie, Aceh.

Pasangan LP dan AS di-beureukah warga malam-malam, setelah mengabaikan peringatan dari perangkat gampong.

“Akhirnya warga tak mampu membendung emosi sehingga pasangan yang masih bau kencur itu digerebek,” kata Husaini, warga setempat kepada Prohaba, Sabtu (10/7/2010) lalu. Pasangan itu sempat diboyong ke meunasah (musala) untuk diinterogasi.

“Saat digerebek, pelaku sempat bersembunyi di kolong ranjang, namun warga bisa mengetahui dan menangkap keduanya,” lanjut Husaini.

Setelah diinterogasi di meunasah, pasangan tersebut diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Pidie.

“Telah diselesaikan secara adat dengan menghadirkan orangtua kedua belah pihak. Sedangkan sanksi lainnya yang diputuskan masyarakat adalah tidak membenarkan lagi LP tinggal di Gampong Mesjid Runtoh,” kata Kasatpol PP dan WH Pidie, Muda Wali.


source : http://www.berita2.com

World Mafia Countdown - Top 10

Mafia refers to secretive groups involved in organized crimes spread over a lot of countries. They are usually referred to by the name of the country they originated in and the majority of members will be of this nationality. They usually aspire to have a monopoly over illegal activities like drugs, firearm trafficking, etc. This is an article about the mafia groups and their activities. They are listed in an increasing order of their influence in the world.
  
10. Jamaican-British Yardies




Jamaican-British Yardies were the Jamaicans who immigrated to Britain in 1950s. They were involved in gang violence and got to be known as Yardies. They conduct organized crimes like drug trade and other gun crimes. They haven’t tried infiltrating the law enforcement system so they aren’t considered to be as strong as other mafia groups. All the crimes involve the use of firearms the use of which is strictly controlled in Britain.
  
9. The Albanian Mafia

 
The Albanian Mafia consists of a large number of criminal organizations which are based in Albania. They are active in US and European countries as well. It is said that the Albanian mafia spread to international levels in the 1980s. Organized crime prevailed in Albania right from the 15th century. In United States and United Kingdom, they run sex and drug trafficking rackets and are known for quick use of violence for vengeance.

8. The Serbian mafia



The Serbian mafia operates in more than ten nations including Germany, United States, United Kingdom, France, etc. They are involved in diverse activities like drug trafficking, smuggling, contract killing, protection rackets, gambling and gen thefts. It has three major groups called Vozdovac, Surcin and Zemun which control the smaller groups. Presently there are about 30-40 groups working in Serbia.

7. Israeli Mafia

Israeli Mafia works in a lot of countries in activities like narcotics, drug trafficking and prostitution. Times have changed as the Israeli mafia was once looked at with awe and known for its patronage but today they are ruthless and don’t think twice about killing by standers. The Russian-Israeli Mafia has permeated the US political system so well that the US forces are failing to make any significant progress in stopping them.
  
6. Mexican Mafia

 
Mexican Mafia is a very strong prison gang in the United States. It was started in the late 1950s to protect prisoners against other inmates and from the officers. This gang has also been involved in extortion and drug trafficking. It has about 30,000 members all over the United States. The gang members sometimes sport a tattoo with a common design which is a Mexican national symbol over a flaming circle and crossed knives. It is said that there are 150 prison members who have the authority to command murder and 2000 associates who will execute these commands. They force gangs and dealers to pay a protection tax and the ones who refuse will be killed.

5. Japanese Yakuza

Japanese Yakuza is a native organized crime group which uses threat and extortion to get their way. Its origin is found to be in the 17th century. A missing joint of the little finger is a tell tale sign of the gang members. This is often offered to the leader as an act of appeasement or apology. Some of the members even have full body tattoos. It has 110,000 active members in this group who are from 2500 families. They are involved in protection rackets, importing uncensored pornography from Europe and America, prostitution and in illegal immigration.

4. Chinese Triads


Chinese Triads consists of many criminal organizations which are based in Mainland China, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, Singapore, etc. They are also very active in New York, Los Angeles, Seattle, Vancouver as well as San Francisco. Their organized crime involves theft, contract killing, drug trafficking, extortion, piracy, etc. It is now involved in piracy as well. They started in the 18th century but were called Tian Di Hui then. Even though it is steadily increasing in power, the activities have been low key. The triads can have 50 to over 30,000 members. They are also involved in counterfeiting Chinese currency.


3. Colombian Drug Cartels

Colombian Drug Cartels were formed mainly for controlling and trafficking drugs. They operate in a lot of countries. They have many organizations that deal with political, military and legal aspects of the cartels. The important cartels from Columbia are the Cali Cartel, Medellin Cartel and the Norte del Valle Cartel. At one point these cartels were threatened by the extradition treaty between the US and Columbia. The lords went into hiding and ordered its members to kill its supporters. They have also been involved in a lot of kidnappings and terrorism.

 

2. Sicilian and American Cosa Nostra

Sicilian and American Cosa Nostra is a relatively new group. It was started in the second half of the nineteenth century in Italy. In spite of it being a young mafia, it has a great ability to plan large crimes and get away with it. It is involved in protection rackets, drug and arms trafficking, mediation of criminal business are some of the things the Sicilian and American Cosa Nostra are involved in. It has a small number of members ranging from 3500 to 4000. In addition to these members they have associates who aren’t true members. A member will have to undergo the initiation ceremony where he will probably have to murder somebody to prove his worth. Every member will have to follow the code of silence.

 

1. Russian Mafia

Russian Mafia originated in the Soviet Union and now has influence all over the world. It has between 100,000 to 500,000 members. They are involved in organized crimes in countries like Israel, Hungary, Spain, Canada, UK, US, Russia, etc. They have also immigrated to Israel, America and Germany by using Jewish and German identities. Their activities include drug and firearm trafficking, bombings, smuggling, pornography, internet fraud, etc. One of their rules is to never co-operate with the authorities. If any of the members squealed when captured, they would be killed on release. They are feared for their vandalism, terrorism, organ trafficking and contract killings.

 src : junknotepad.blogspot.com

Seorang PSK Tewas Bugil Dengan Mulut Disumpal BH...

Seorang perempuan yang diduga pekerja seks komersial (PSK) ditemukan tewas tanpa busana di dalam kamar Hotel Wisata di Jalan Imam Bonjol Kisaran, Rabu, (17/11) sekira pukul 12.00 WIB. Perempuan bernama Rosida Br Siregar alias Ida (38) warga Jalan Panton Bagan, Asahan, itu ditemukan tewas tergeletak di lantai kamar dengan posisi telungkup di samping tempat tidur.
Saat ditemukan, kondisi tubuh Ida sangat mengenaskan dengan kondisi leher dijerat tali, sementara kedua tangan dan kaki diikat handuk. Mulut korban juga disumpal dengan tali kutang. Sekujur tubuh korban tampak memar bekas pukulan dan penganiayaan. Sedangkan, hidung mengeluarkan darah dan wajah lebam hingga nyaris tak dapat dikenali.
Diduga, perempuan itu dianiaya hingga tewas oleh lelaki teman kencannya. Mayat perempuan itu ditemukan seorang pegawai hotel bernama Kanti (36) yang hendak membersihkan kamar. Saat akan membersihkan kamar, dirinya terkejut melihat pintu kamar A3 dalam keaadan terkunci.
Karyawan hotel itu akhirnya berinisiatif mengambil kunci duplikat yang berada di meja resepsionis untuk membuka pintu kamar. Saat pintu kamar terbuka karyawan hotel itu langsung terkejut setelah menemukan sesosok mayat perempuan tergeletak dilantai kamar.
Penemuan mayat perempuan itu langsung dilaporkan kepada petugas Polres Asahan guna penyelidikan. Usai melakukan olah TKP, petugas langsung mengevakuasi jenazah perempuan berambut ikal itu ke Rumah sakit Haji Abdul Manan Simatupang.
Kasatreskrim Polres Asahan, AKP M Yoris Marzuki SIK menyatakan kasus itu masih dalam penyelidikan. Sementara itu dari informasi yang dikumpulkan, malam sebelum ditemukan tewas korban sempat duduk-duduk di warung yang berada di depan hotel.
Warung Indomie milik Bibi (50) warga Jalan Sei Asahan itu merupakan tempat mangkal korban selama menunggu tamu. Bahkan, saat itu korban sempat memesan teh manis dan duduk di bangku warung hingga pukul 02.00 Wib. Setelah menikmati minuman di warung itu, korban menuju hotel Wisata untuk buang air kecil.
Saat akan masuk ke dalam hotel, korban bertemu dengan seorang lelaki bertubuh kecil dan kurus. Lelaki misterius itu sempat berbicara dengan penjaga pintu hotel. “Wak cewek itu siapa wak, bisa dipake?” ujar penjaga pintu hotel menirukan ucapan lelaki itu.
Tanpa rasa curiga, lelaki setengah baya penjaga pintu hotel wisata itu langsung memanggil korban. Seterusnya, korban dan lelaki misterius itu berjalan menuju kamar A3 hotel wisata Kisaran. Sementara itu lelaki misterius berbadan kurus dan kecil yang masih diburu petugas. Sebelum bertemu dengan korban, lelaki misterius itu sempat tidur dengan salah seorang PSK yang berada di sekitar hotel.
Nany (30), PSK yang sering mangkal di warung Indomie depan hotel sempat tidur dengan lelaki misterius tersebut. Dan setelah beberapa jam berada dalam kamar, lelaki itu memberikan uang sebesar Rp200 ribu. “Malam itu, sebelumnya dia (lelaki misterius) tidur dengan aku di kamar nomor A1.Tapi waktu dia (lelaki-red) mengajak menginap aku nggak mau dan langsung keluar setelah dikasih uang”, ujar Nany.
Lelaki misterius itu sempat mengaku tidak mempunyai uang lagi untuk membayar cewek. Bahkan, lelaki yang mengaku bernama Adi itu berniat langsung pulang karena tinggal di daerah Mandoge, Asahan. Diduga usai tidur dengan Nany, lelaki misterius itu bertemu dengan korban ketika akan keluar dari hotel. Saat itu lelaki itu langsung memanggil korban dan membawanya menuju kamar A3 hotel Wisata Kisaran.
“Memang malam itu si Ida sempat minta pindah kamar dari A1 ke kamar A3. tapi kita nggak tahu menginap dengan siapa temannya”, ujar Sari(35) resepsionis hotel Wisata Kisaran.
sbr : wihans.web.id

Sepasang Turis Perancis Tewas Saling Bertindihan dengan Telanjang Bulat

Denpasar, Pasangan suami istri asal Perancis, Oliver Marroni (35) dan istrinya Marron Scapin (34), warga negara Prancis, ditemukan tewas misterius dengan kondisi telanjang bulat dan bertindihan di kamar Nomor 6 Villa Lumbung Bali, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng Bali.
Diketahui, kedua korban masuk vila di wilayah utara Bali itu, Senin (20/12/2010) petang, ditemukan tewas di kamar mandi dalam posisi sang istri yang telanjang bulat, ditindih oleh suaminya yang berpakaian lengkap sekitar pukul 19.30 Wita.
Kapolres Buleleng AKBP M Yudi Hartanto melalui Kapolsek Banjar AKP Burhanudin di Singaraja, Selasa (21/12/2010), menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis terkait penyebab tewasnya suami-istri tersebut. “Sejauh ini juga belum ada permintaan untuk melakukan otopsi dari pihak Konsulat Prancis di Denpasar. Kami baru memeriksa empat orang pegawai pemondokan,” katanya.
Marron ditemukan dalam kondisi telanjang tanpa sehelai benang pun di tubuhnya, sementara Oliver masih mengenakan pakaian lengkap, termasuk sandal karet yang masih terpasang di kakinya. Menurut salah seorang karyawan pemondokan itu, yang pertama kali menemukan korban tewas di kamar mandi adalah Ardiono, karyawan setempat, sekitar 1,5 jam setelah check in sekitar pukul 18.00 Wita.
Menurut Burhanudin, dari hasil olah tempat kejadian perkara ditemukan sejumlah obat-obatan di atas meja serta sebotol minuman beralkohol di teras kamar. Polisi belum bisa memastikan penyebab tewasnya pasangan suami-istri warga asing itu, karena belum mendapatkan hasil pemeriksaan medis.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan awal tewas akibat tersengat arus listrik juga masih didalami. Setelah saya periksa, ’shower’ di kamar mandi juga tidak ada aliran listriknya,” kata mantan Kanit Reskrim Polresta Denpasar itu.
Posisi semprotan air (shower) yang terbuat dari bahan logam berada di bawah, menindih paha kiri Marron yang dalam posisi telentang. Pada tubuh korban juga tidak ditemukan bekas sengatan listrik. Sementara tubuh Oliver juga dalam keadaan telentang menyilang serta menindih bagian kaki istrinya, yang diperkirakan lebih dahulu tewas...
Ditanya kemungkinan keduanya tewas akibat kelebihan dosis obat-obatan khusus, Burhanudin belum berani berkomentar, karena perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Dari mulut kedua korban juga tidak ditemukan adanya lendir yang keluar, sehingga tipis kemungkinan akibat over dosis obat-obatan, kata Burhanudin menegaskan.
Menurutnya, pemilik pemondokan, Nyoman Tanaya (52), masih belum dipanggil untuk dimintai keterangan. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut, selain menunggu adanya permintaan untuk dilakukan otopsi dari pihak Konsulat Prancis,” tambahnya.
Dari tempat kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban seperti uang tunai dalam bentuk rupiah dan dolar Australia, kamera video merek Sony, serta sebuah tas ransel besar dan beberapa benda lainnya.

sbr : wihans.web.id

Anak SMP Perkosa Gadis 17Tahun..

Meski usianya baru belasan tahun, birahi AF (14), pelajar SMP dari Singosari, Kabupaten Malang, ini tak selazim anak seusianya. anak ingusan ini berani-beraninya memperkosa seorang gadis, sebut saja Dina (17).

AF pun berurusan dengan penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang. Dina melalui keluarganya melaporkan via surat bahwa AF memaksanya membuka mulut, kemudian memasukkan paksa kemaluannya ke mulut Dina.

Selang beberapa hari kemudian, AF mengulangi perbuatan bejatnya. Ia malah memasukkan paksa burungnya ke kemaluan korban. Namun, sebelum penetrasi total, AF ternyata sudah keburu orgasme. Kasus ini diduga berlangsung sebulan lalu sebelum akhirnya terungkap.

“Kasus ini masih didalami penyidik PPA karena korbannya belum diperiksa,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang Ajun Komisaris Hartoyo. Informasi yang dihimpun dari keluarga korban menyebutkan, AF semula memang sering bermain ke rumah Dina. Itu karena adik Dina adalah teman sekolah AF. Mereka akrab sehingga sering kali setiap pulang sekolah, AF ke rumah Dina dan baru pulang sore.

Lama-kelamaan, AF sudah dianggap seperti keluarganya sendiri. AF juga bebas keluar masuk rumah Dina. Sementara selama ini Dina jarang keluar rumah dan hari-harinya hanya dihabiskan di tempat tidurnya yang berada di ruang tengah.

Itu karena korban mengalami keterbelakangan mental. Ternyata kekurangan korban dan kebaikan keluarganya dimanfaatkan AF untuk berbuat tak senonoh.


Kasus ini baru terbongkar saat ayah Dina curiga kepada AF yang mengintipnya saat berbaring santai di kamarnya. Seusai mengintip, AF terlihat menyelinap ke ruang tengah, tempat Dina biasa menghabiskan waktunya setiap hari di tempat tidur.

Seusai AF pulang, Dina ditanyai oleh ayahnya, tetapi hanya menggelengkan kepala. Setelah ditanya berulang kali, Dina akhirnya mengaku dipaksa seks oral oleh AF. Ayah Dina tentu saja kaget bukan main.

Ia semakin khawatir anak gadisnya tak hanya dipaksa seks oral, tetapi juga lebih dari itu. Selanjutnya, kakak Dina giliran yang menemui AF. Semula AF tak mengaku pernah memerkosa korban. Namun, ketika dikonfrontasi dengan penuturan teman AF, akhirnya AF tak berkutik. AF sebelumnya memang pernah bercerita kepada temannya soal pemerkosaan itu.

Sumber: www.kompas.com

Young Schoolgirl Beaten, Thrown To Her Death By Teacher...

A Chinese schoolgirl was beaten with a metal reinforcement bar in front of her class by her history teacher before he threw her out the window of her fourth-story classroom. Her name was Zhang Yaoyin, she was 11-years-old, and she died.
The description of the original video on Youku:
The Education Department gives strict orders forbidding teachers from hitting students. However, on September 20th afternoon, in the #12 Middle School in Yongzhou City of Hunan Province, a very heinous act occurred. A history teacher not only used a metal reinforcement bar [for buildings] to beat a student in the classroom, he also used his bare hands to throw the beaten student off the fourth floor of the school!
The five story tall #12 Middle School in Yongzhou City of Hunan Province, China.
This incident happened in 2006 September 20 and the video was uploaded to Youku two years ago. However, a recent topic on Mop featuring the Youku video brought new attention and new comments.
Here is what happens in the video:
0:54: The girl victim’s clothes stained with blood and covered with flies, some of her teeth that were knocked out, her shoes, and hair.
1:09: The girl victim’s name is revealed as Zhang Yaoyin, 11-years-old, and the male history teacher who killed her is Li Henyi, 28-years-old.
1:32: A classmate of the victim describes what happened (see below).
From QQ Education, “Teacher beats up girl in classroom, then throws her from fourth floor to her death“:
The classroom where 11-year-old Zhang Yaoyin was beaten by her history teacher.
Witness: At the time, the teacher grabbed her hair and slammed it into the desk, about 5-6 times, and then slammed her head into the desk behind her 5-6 times. When she then fell to the floor, the teacher also used his foot to step on her head, about 2-3 times. Then from his pants pocket he took out a metal reinforcement bar this long and used it to hit her.
Reporter: Hit her where?
Witness: Hit her head. There was a lot of blood.
Between the desks of this classroom where 11-year-old Zhang Yaoyin was beaten by her teacher are bloodstains.
Witness: After being beaten, she stopped moving. The teacher picked her up, said he was going to send her to the infirmary, then walked to the window, opened the window, and threw her down.
Reporter: So he threw her out in front of the entire class?
Witness: Yes.
2:12: The classmate says at one point the class leader stood up and begged the teacher to stop hitting.
2:20: A bloodstain that some posters on Mop said looked like a penis.
2:37: Shows trail of blood to the window.
2:46: Bloodstains where the girl hit the ground.
2:58: The victim’s mother explains she did not see and know it was her daughter at first.
The rest of the video explains that the news spread quickly and the local police department promised to make a quick and thorough investigation.
This CCTV video report was posted on the Xinhua news website earlier this year in 2008 May. It may contain more graphic images than the above video.

source : www.chinasmack.com



Manajer Cabul Ditahan Polisi, Karena Intip dan Rekam Isi Rok Wanita Untuk Koleksi Pribadi

Selama lima bulan seorang pria yang sudah menikah secara diam-diam merekam pakaian dalam perempuan dengan menggunakan kamera pulpen yang disimpan di dalam laptopnya ketika berjalan di eskalator.  Pria asal Singapura bernama Soo Ee Hock dan berusia 36 tahun akhirnya tertangkap pada Juli tahun lalu dan ia berhasil menyimpan 201 video pakaian dalam perempuan di berbagai lokasi antara lain Ang Mo Kio Hub, Compass Point, dan juga pusat perbelanjaan Junction 8..


Soo Ee Hock, 36 walau sudah menikah masih suka hobi hunting isi rok wanita untuk direkam dan dikoleksi

Namun, aksinya itu tak berlangsung lama karena ia segera ditangkap dan diajukan ke pengadilan dan kemarin, Rabu (8/12/2010) pengadilan setempat menyatakan Soo bersalah atas 12 tuduhan termasuk melanggar wilayah pribadi sejumlah perempuan termasuk merekam celana dalam perempuan..
Perbuatan cabulnya ini ketahuan setelah seorang perempuan tak dikenal di Junction 8 di Bishan diberitahu oleh seorang petugas kebersihan bahwa seorang pria mencoba mengambil gambar dari bawah roknya. Dua petugas kemudian datang menangkapnya. Dari Soo ditemukan sebuah pena berwarna hitam, sebuah port USB, dan kamera berlubang yang mampu mengambil gambar dan video serta suara, dan Sony CD-R.
Dari 11 November 2008 sampai 25 Maret 2009, Soo yang berprofesi sebagai manajer penjualan menggunakan pena itu untuk mengambil video si perempuan yang berdiri di dekatnya. Modus operandinya, ia menaruh pena di bagian sisi tas laptopnya, naik ke tangga berjalan,lalu menempatkan tas di bawah rok perempuan yang ada di depannya
sumber : www.tribunnews.com

Naked Woman Attacks Couple

 


Bossier City couple recalls naked woman's savage attack
"If you don't think this can happen to you, you're wrong"

Eleece Moll still is nursing the wounds from where the petite woman clawed at her eyes and savagely bit her right arm three weeks ago.

At least now the 53-year-old can close her eyes without constantly seeing the naked stranger's legs and buttocks snaking through the open sunroof.

But the physical education teacher's sense of security remains shaken. "It's the kind of experience where ... I don't know if I'll ever feel safe again," Moll said, adding that she intends to buy a gun.

"I'm just a regular person coming home on a Tuesday night ... in a good part of town. If you don't think this can happen to you, you're wrong."

What brought her to this point began with a drive down Arthur Ray Teague Parkway in Bossier City, the weather pleasant enough to insist that the windows and sunroof on the Saturn Aurora be opened to welcome in the night air.

It was just before midnight Sept. 8. Moll and her husband, Cloyd Moll, had been in the car about six hours returning from a business trip to Austin, Texas.

And home was but moments away when they spied a naked woman, waving her arms above her head, in the middle of the parkway at Walker Road.

The Molls, thinking the woman could have been a crime victim in need of help, screeched to a halt.

The woman yelled that she was going to "die fighting tonight," her declaration augmented by an expletive.

Moll said her husband tried to swerve around the naked figure but the woman jumped into the car's path. He tried again.

That's when the woman leaped onto the hood of their car.

"At that point, I knew we were under attack," Cloyd Moll said. The 56-year-old threw the car in reverse for about 20 yards in hopes of throwing off the woman.

But she had a death grip on the hood — in the crevice where it meets the windshield. And when Cloyd Moll stopped the car, the woman "climbed up (the hood) like a cat" and through the sunroof feet first.

As the woman lowered her 5-foot, 4-inch, 120-pound frame inside the car and into a straddling position on Eleece Moll's lap, she kicked Cloyd Moll's face, sending his glasses flying out the open window.

"The very first time she reached for my face, her fingernail penetrated my eye," Eleece Moll said. "I knew from that point I had to keep my eyes closed."

Meanwhile, Cloyd Moll blindly felt around for his cell phone. No cars had passed and it didn't seem help could be summoned any other way, the Molls said.

Eleece Moll, still restrained by her seat belt and with her eyes closed for protections, was at a disadvantage. All the while, her attacker was cursing and saying she was going to fight until she died.

"She bit me for a full 15 seconds before she let go," Eleece Moll said, then imitated the growling noise the stranger made while sinking her teeth into Eleece Moll's right forearm, leaving two large bite wounds — one the size of a half dollar, the other a quarter.

Cloyd Moll said he finally located his cell phone, rolled out the driver's side door and franticly called 911.

His wife somehow remained calm and relatively still (to prevent her flesh from ripping). "God was with me, I felt like," Eleece Moll said, adding that there was no other reason for her "incredible peace."

After Cloyd Moll hung up with dispatchers, who asked what he said felt like a million questions, he ran to his wife's aid.

He opened the door and tried to pull the woman off but her mouth still was clamped onto his wife's arm.

"She lost interest in Eleece because she wouldn't fight her, so then she came after me," Cloyd Moll said.

"So I took her to the back of the car and slammed her up against the back of the car, hoping to break her back." The impact put a small dent in the car, but "she got right back up and slugged the tar out of me."

Still without glasses and basically blind, Cloyd Moll said he punched the woman. She staggered back a few steps.

But the only thing that prevented a retaliatory attack, he said, was the sound of Bossier City police cars screaming down the parkway..

The woman ran up a nearby levee and into woods, according to a Bossier City police report.

Officers saw the woman fall as they were chasing her. She was lying unresponsive on the ground when they caught up with her, the report states.  

source : www.liveleak.com

Rekam Gadis Remaja Mandi, Pria Dihukum 15 Tahun


Ilustrasi

WILMINGTON: Seorang laki-laki diganjar hukuman berat selama 15 tahun, gara-gara merekam adegan seorang ABG (anak baru gede) berusia 14 sedang mandi. Pelaku bernama Allan P. Clark, telah menjalani proses pengadilan di distrik Wilmington, Amerika Serikat.


Ia terbukti bersalah menyalahgunakan ponsel untuk merekam adegan yang tidak senonoh anak di bawah umur. Allan telah melakukan perbuatan asusila selama 3 bulan. Dan selama itu pulalah ia berhasil merekam korban sembilan kali tanpa ketahuan, dengan menyembunyikan ponsel rapat-rapat di kamar mandi korban.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengaku trauma. Tiap kali mandi, dia selalu cemas ada kamera yang sedang merekamnya. Tak hanya itu, dia juga kerap dibayangi mimpi buruk saat sedang tidur.(nov/bnj) 
sumber : www.siaganews.com

Siswi Teladan Ini Bangkit setelah Diperkosa Geng 40 Orang


Emma mampu bangkit dari keterpurukan setelah 2 tahun berada dalam penyekapan geng seks. Kini ia menjadi pegiat sosial yang fokus menyelamatkan remaja dari korban pemerkosaan keji

Ia berulangkali diperkosa, dipukuli dan dibius oleh geng kejahatan seksual tersebut. Penderitaan Emma berlangsung hingga dua tahun berada dalam penyekapan dan dipaksa melayani anggota geng itu tanpa bisa berontak.
/


TRIBUNNEWS.Menyakitkan. Emma seorang siswi teladan di sebuah sekolah menjadi korban pemerkosaan, penyekapan dan penyiksaan oleh geng beranggotakan lebih dari 40 orang pria dewasa. Emma yang kini sudah terselamatkan dan bangkit dari keterpurukan selama 2 tahun dalam sekapan geng itu mengisahkan pengalaman pilunya.

Ia bertutur, statusnya sebagai siswi cantik dan teladan di sekolah berubah menjadi kelabu ketika banyak teman temannya sering mengajak chatting dan SMS hingga tengah malam. Saking banyaknya penggemar dan kawan mengajak chatting, Emma sulit membedakan mana yang baik dan buruk.

Saat itu ia diajak bertemu dengan temannya setelah puas mengobrol chatting. Ia mengira teman itu adalah orang baik dan penggemarnya karena kejadian sebelumnya juga aman dilakukan dengan kenalan yang lain.

Ternyata dugaan Emma salah, ia terjebak oleh geng keji yang biasa melakukan pemerkosaan dan mencari mangsa gadis gadis belia. Dalam cerita yang ditulis the sun, siswi asal Skotlandia itu kemudian diajak oleh sekawanan pria dewasa. Dia baru sadar setelah terbangun dalam kondisi sangat lemah dan begitu membuka mata, dilihatnya sekitar 40 orang pria dewasa berdiri menertawakan Emma yang terbaring tanpa sehelai kainpun.

Ia berulangkali diperkosa, dipukuli dan dibius oleh geng kejahatan seksual tersebut. Penderitaan Emma berlangsung hingga dua tahun berada dalam penyekapan dan dipaksa melayani anggota geng itu tanpa bisa berontak.

Setelah berhasil bebas dari penyekapan geng jahat itu, Emma mampu bangkit kembali dan memulihkan fisik dan mentalnya. Sekarang ia sudah berusia 21 tahun punya anak dua dan menjadi pegiat sosial yang berusaha menyelamatkan para remaja agar tidak mengalami seperti dirinya.

Dalam kisahnya, Emma mengkhawatirkan banyak remaja terjebak oleh rayuan dan pujian melalui SMS atau chatting via internet maupun handphone. Para remaja dengan kondisi emosi yang masih labil akan mudah terbuai oleh rayuan dan pujian. Waspadalah, karena diantara teman itu ada penyusup dari kawanan mafia kejahatan seksual dan kekerasan.

Apalagi di Inggris, banyak geng geng yang terkoordinasi dengan baik mencari mangsa anak anak sekolah untuk dijadikan budak mereka.

Semua "harta berharga" milik Emma telah dirampas dengan kejam. Beruntung nyawanya selamat setelah ditolong oleh seorang pria kabur dari penyanderaan geng itu untuk kemudian dibawa ke WC umum bersembunyi beberapa saat.

Walau ia sudah sampai di rumah dan bersatu dengan keluarga, Emma tidak segera menceritakan pengalaman pahit itu kepada orangtuanya. Ia bertahan dalam kesakitan dan memendam kesedihan selama setahun. Setelah keluarganya merasa aman dari cengkeraman geng seks itu, ia kabur dan mengajak keluarganya pindah rumah jauh dari tempat semula.

Dari situ Emma bangkit dan berjuang untuk menyelamatkan para remaja dari kekejaman geng dengan meningkatkan kesadaran kewaspadaan. Emma menyarankan agar remaja tidak terbujuk rayu dan tetap waspada ketika ditawarkan minuman keras dan anggur yang menggiurkan. Apalagi tawaran tumpangan mobil mewah yang ternyata adalah bagian dari geng tersebut. 

TRIBUNNEWS

Hope Steffy Forcibly Stripped Nude and Left for hours

Video Gila Pencurian Kambing Dari Truk Berjalan Dalam Waktu 28 Detik....

Ternyata bukan hanya di Indonesiayang ada bajing loncat.....dilueti kambing raar negeripun ada yang lebih gila. Dalam 28 detik kambing raib dari truk yang berjalan......


10 Hukuman Mati Terkejam dan Menyiksa Sepanjang Sejarah (10 Most Torturous Methods of Execution)

Setiap negara mempunyai cara menghukum mati para pesakitan atau terpidana berat sendiri-sendiri. Namun dari ribuan cara tersebut terdapat beberapa cara hukuman mati yang kejam. berikut adalah 10 hukuman mati terkejam yang tercatatl sepanjang sejarah :

10. Garrote

Garrote
The garrote very common once,  is no longer sanctioned by law in any country though training in its use is still carried out in the French Foreign Legion. The garrote is a device that strangles a person to death. It can also be used to break a person’s neck. The device was used in Spain until it was outlawed in 1978 with the abolition of the death penalty. It normally consisted of a seat in which the prisoner was restrained while the executioner tightened a metal band around his neck until he died. Some versions of the garrote incorporated a metal bolt which pressed in to the spinal chord, breaking the neck. The victim may pass into a state of severe and painful convulsions and then pass into death. This spiked version is known as the Catalan garrote. The last execution by garrote was José Luis Cerveto in October 1977. Andorra was the last country in the world to outlaw its use, doing so in 1990. However garroting is still common in India according Indian author and forensic expert Parikh.

9. Scaphism

Scaphism
Scaphism, also known as the boats was an ancient Persian method of execution designed to inflict torturous death. The naked person was firmly fastened within a back-to-back pair of narrow rowing boats (or a hollowed-out tree trunk), with the head, hands, and feet protruding. The condemned was forced to ingest milk and honey to the point of developing severe diarrhea, and more honey would be rubbed on his body in order to attract insects to the exposed appendages. He or she would then be left to float on a stagnant pond or be exposed to the sun. The defenseless individual’s feces accumulated within the container, attracting more insects, which would eat and breed within his or her exposed and increasingly gangrenous flesh. The feeding would be repeated each day in some cases to prolong the torture, so that dehydration or starvation did not provide him or her with the release of death. Death, when it eventually occurred, was probably due to a combination of dehydration, starvation and septic shock. Delirium would typically set in after a few days. Death by scaphism was painful, humiliating, and protracted..

8. Flaying

Flaying
Flaying is the removal of skin from the body. Like an animal is flayed in preparation for human consumption, or for its hide or fur; this is more commonly called skinning, flaying is similar method applied onto humans. Flaying of humans was used as both a method of torture and execution, depending on how much of the skin is removed. Flaying is an ancient practice, used by Assyrians and Ming Dynasty.

7. Lingchi

Lingchi
Also known as slow slicing, Lingchi was reserved for crimes viewed as especially severe, such as treason and killing one’s parents. Also translated as slow process, lingering death or death by a thousand cuts, was a form of execution used in China from roughly AD 900 until its abolition in 1905. The process involved tying the person to be executed to a wooden frame, usually in a public place. The flesh was then cut from the body in multiple slices in a process that was not specified in detail in Chinese law and therefore most likely varied. In later times, opium was sometimes administered either as an act of mercy or as a way of preventing fainting. The punishment worked on three levels: as a form of public humiliation, as a slow and lingering death, and as a punishment after death. In variable forms, it also involved dismemberment i.e cutting, tearing, pulling, wrenching or otherwise removing, the limbs of the condemned.

6. Breaking Wheel

Breaking Wheel
Breaking wheel or the Catherine wheel was a torture device used for capital punishment in the Middle Ages and early modern times for public execution by cudgelling to death. It was used during the Middle Ages and was still in use into the 19th century. Breaking on the wheel was a form of torturous execution formerly in use in France, Germany, Denmark, Sweden, Romania, Russia, the US, and other countries. .The wheel was typically a large wooden wagon wheel with many radial spokes, but a wheel was not always used. In some cases the condemned were lashed to the wheel and beaten with a club or iron cudgel, with the gaps in the wheel allowing the cudgel to break through. Alternatively, the condemned were spreadeagled and broken on a St Andrew’s cross consisting of two wooden beams nailed in an “X” shape, after which the victim’s mangled body might be displayed on the wheel..

5. Brazen Bull

brazen bull
Brazen Bull or the Sicilian Bull is a  execution device designed in ancient Greece. Perillos of Athens, a brass-founder, proposed to Phalaris, the tyrant of Akragas, Sicily, the invention of a new means for executing criminals. Accordingly, he cast a bull, made entirely of brass, hollow, with a door in the side. The condemned were shut in the bull and a fire was set under it, heating the metal until it became yellow hot and causing the person inside to roast to death. The bull was  designed in such a way that its smoke rose in spicy clouds of incense. The head of the ox was designed with a complex system of tubes and stops so that the prisoner’s screams were converted into sounds like the bellowing of an infuriated bull. It is also said that when the bull was reopened, the scorched bones of the remains shone like jewels and were made into bracelets.

4. Disembowelment

Disembowelment
Disembowelment or evisceration is the removing of some or all of the vital organs, usually from the abdomen. On humans, as a method of death penalty, it is fatal in all cases. It has historically been used as a severe form of capital punishment. The last organs to be removed were invariably the heart and lungs so as to keep the condemned alive (and in pain) as long as possible.  Disembowelment played a part as a method of execution and ritual suicides once in Japan.

3. Boiling

Death by Boiling
Where the victim is dipped in a big bowl. This method was used in Russia and Europe 3000 years ago and they used oil, acid or water. This type is considered slow and extremely painful. This penalty was carried out using a large cauldron filled with water, oil, tar, tallow or even molten lead. Sometimes the victim was immersed, the liquid then being heated, or he was plunged into the already boiling contents, usually head first. The executioner could then help speed their demise by means of a large hook with which he sank the person deeper. An alternative method was to use a large shallow receptacle rather than a cauldron; oil, tallow or pitch then being poured in. The victim was then partially immersed in the liquid and fried to death.

2. Impalement

Impalement
Now here is probably the most painful and interesting death method. Impalement as a method of  execution involves a person being pierced with a long stake. The penetration could be through the sides, through the rectum, through the vagina, or through the mouth. This method leads to a painful death, sometimes taking days. The stake would often be planted in the ground, leaving the impaled person suspended to die.  In some forms of impalement, the stake would be inserted so as to avoid immediate death, and would function as a plug to prevent blood loss. After preparation of the victim, perhaps including public torture and rape, the victim was stripped and an incision was made in the perineum between the genitals and rectum. A stout pole with a blunt end was inserted. A blunt end would push vital organs to the side, greatly slowing death. The pole would often come out of the body at the top of the sternum and be placed against the lower jaw so that the victim would not slide farther down the pole. Often, the victim was hoisted into the air after partial impalement. Gravity and the victim’s own struggles would cause him to slide down the pole. This method is extremely painful and was used by Neo-Assyrian Empire, Greek empire, and Roman Empire.

1. Drawing and Quartering

Drawing and Quartering
To be hanged, drawn and quartered was the penalty for high treason in medieval England, and remained on the statute book but seldom used in the United Kingdom and Ireland until abolished under the Treason Act of 1814. It was a spectacularly gruesome and public form of torture and execution, and was reserved only for this most serious crime, which was deemed more heinous than murder and other capital offences. It was applied only to male criminals, except on the Isle of Man. Women found guilty of treason were sentenced to be taken to a place of execution and burned at the stake, a punishment changed to hanging by the Treason Act of 1790 in Great Britain. First the convict is dragged on a hurdle (a wooden frame) to the place of execution. This is one possible meaning of drawn, then he is hanged by the neck for a short time or until almost dead. After that he is disembowelled (described above) and emasculated and the genitalia and entrails burned before the condemned’s eyes. Finally the body beheaded and divided into four parts. Typically, the resulting five parts (i.e., the four quarters of the body and the head) were gibbeted (put on public display) in different parts of the city, town, or, in famous cases, in the country, to deter would-be traitors who had not seen the execution. 

via :  www.smashinglists.com

Woman beaten unconscious, left naked on Jersey City street

An unidentified woman was beaten unconscious and left naked on the sidewalk in Jersey City in a brutal robbery early this morning, police reports said.
Carlos Acosta, 18, of Manning Avenue, and Davon Gordon, 18, of Arlington Avenue were arrested two blocks from the scene and charged with robbery, aggravated assault and criminal attempt, reports said.
Police have not yet been able to identify the woman, who remained in critical condition at Jersey City Medical Center this afternoon, Jersey City Police Department Edgar Martinez spokesman said.
A 26-year-old man, who was robbed of $20 and his identity card, also suffered lacerations to the front left of his forehead and back of his head and was also treated at Jersey City Medical Center, reports said.
When police arrived at the scene at 5:37 a.m., they found a naked woman lying on the eastern sidewalk of Van Horne Street about 15 feet south of Communipaw Avenue., reports said. The woman was unconscious with several head wounds and blood coming from her mouth, reports said.
A witness told police he saw two men grab the woman, slam her head repeatedly on the pavement of the street and then drag her to the sidewalk at Van Horne Street. They then kicked her and removed her clothing, throwing it over a gate into an abandoned lot, reports said. The men then grabbed and fondled her, reports said..
The witness then said the men turned on the second victim who was walking north on Van Horne Street, punching and kicking him, leaving a large pool of blood on the sidewalk, reports said.
Police found the second victim bleeding from his head and walking south on Van Horne Street.
Police arrested the two suspects, who had blood on their clothing and sneakers, two blocks away on Communipaw Avenue near Manning Avenue, reports said.

source : www.nj.com

Siswi SMP Dipaksa Telanjang dan Diperkosa ...


MUARAENIM, KAMIS — TG alias MY (45), warga Jalan Sersan Efendi, Kelurahan Pasar II Muara Enim, tega memerkosa anak tirinya, Bunga (15)—bukan nama sebenarnya—yang masih duduk di kelas III SMP di Kota Muaraenim. Aksi bejat ini tidak hanya sekali dilakukannya melainkan sudah berkali-kali.

Tersangka MY di depan penyidik Polres Muaraenim, Rabu (14/1), mengatakan, perbuatan tersebut pertama kali dilakukannya pada bulan Juli 2008 sekitar pukul 23.00 di kamar ruko milik tersangka.

Pada waktu itu korban sedang tertidur lelap. Secara tidak sengaja MY melihat kemolekan tubuh korban yang membangkitkan birahinya. Ia pun berusaha menelanjangi korban, tetapi korban terbangun dan berontak. Waktu itu MY menghentikan aksinya karena takut ketahuan istrinya.

Belum berhasil menyalurkan hasratnya, MY kembali mengulangi aksinya September 2008 sekitar pukul 14.00. Kali ini ia mengancam Bunga sehingga gadis itu terenggut keperawanannya. Merasa aman, aksi bejat tersebut diulanginya sekitar November 2008 sekitar pukul 10.00 ketika korban hendak mandi. Di dalam kamar mandi, Bunga kembali diancam dan diperkosa.

Namun, ketika sedang beraksi, istri MY memanggil korban. Aksi bejatnya pun terpaksa diurungkan dan ia tergopoh-gopoh keluar kamar mandi. Sialnya, istrinya memergoki. Karena khawatir terjadi apa-apa dengan anaknya, istrinya pun langsung membawa korban ke bidan untuk memeriksakannya dan ternyata korban sudah tidak perawan lagi.

Setelah didesak, akhirnya korban membuka aib yang telah menimpanya. Istrinya pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Muaraenim. Di depan penyidik, Bunga membenarkan jika dirinya telah dinodai ayah tirinya berkali-kali.

Dilarang pacaran

Peristiwa itu berawal ketika Bunga dilarang pacaran. Namun, ia nekat pacaran secara diam-diam dan akhirnya ketahuan. Atas pelanggaran tersebut, MY memberikan tiga pilihan hukuman kepadanya. Pertama, ia harus telanjang di pasar, kedua telanjang di depan bengkel, atau ketiga harus telanjang di depan dirinya. Karena malu dan takut dengan ancamannya, korban pun akhirnya memilih telanjang didepan tersangka. Saat itu MY sempat meraba-raba tubuh anak tirinya itu.

Semenjak peristiwa tersebut, MY berulang kali mencoba memperkosanya, tetapi ia melawan. Sampai akhirnya tersangka kembali memaksanya disertai ancaman dan akhirnya ia pun diperkosa.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke Kapolres Muaraenim, Rabu, AKBP Drs Refri Andri melalui Kasatreskrim AKP Fredo SIk membenarkan adanya kejadian dan laporan tersebut. Saat ini pihaknya telah mengamankan tersangka dan telah melakukan pemeriksaan baik terhadap tersangka maupun korban.
 
sumber : female.kompas.com

Dark Side of Rio De Jenairo Brazil (Sisi Gelap Kota Rio De Jenaioro Brazil)



lllll





















source : eenks.com

Pendeta Bajak Pesawat, Mengaku Dapat Wahyu dari Tuhan

Mexico City (voa-islam) – Terorisme dan radikalime tidak identik dengan Islam. Siapapun dia dan apapun agamanya bisa melakukan tindakan tidak biadab itu.Di mexico, seorang pendeta asal Bolivia menjadi tersangka pembajakan pesawat, dia mengaku mendapatkan wahyu Tuhan. Maka salah besar jika pemberantasan terorisme hanya diarahkan kepada komunitas muslim.

Pesawat Aeromexico dengan nomor penerbangan 576 dibajak saat lepas landas dari bandara Cancun, Meksiko, tepatnya saat berada di atas Laut Karibia. Namun akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Mexico City.

Di mexico, seorang pendeta asal Bolivia menjadi tersangka pembajakan pesawat, dia mengaku mendapatkan wahyu tuhan.

Saat dibajak pesawat membawa 104 penumpang. Semuanya berhasil dievakuasi dengan selamat ketika kepolisian setempat berhasil mengepung bandara internasional Meksiko sesaat setelah pesawat tersebut mendarat.

Salah seorang tersangka, Jose Flores Mar Pereira, yang ikut ditangkap karena turut menjadi pembajak pesawat, diketahui merupakan seorang pendeta. Dia mengaku mendapat wahyu, meksiko terancam bahaya besar dan diancam gempa bumi. Demikian dituturkannya kepada petugas keamanan setempat.

Salah seorang penumpang selamat Daniel Fernandez mengatakan salah satu dari 6 orang yang ditahan terlihat membawa Kitab Suci. Sementara penumpang lain, Marcos Ramirez mengatakan para pembajak ingin berbicara langsung dengan Presiden Felipe Calderon, namun, tidak jelas apa yang ingin dibicarakan.

Salah satu dari 6 orang yang ditahan terlihat membawa Kitab Suci.

Enam orang ditangkap dan salah seorang diantaranya diketahui sebagai mantan napi dan pecandu narkoba. Namun, belum diketahui apakah dia dibantu oleh tersangka lainnya. (PurWD/dbs)
sumber : www.voa-islam.net

Perempuan Telanjang Mengambang di Sungai Bengawan Solo

BOJONEGORO – Sesosok mayat perempuan tanpa busana ditemukan warga di sungai Bengawa Solo, tepatnya Desa Mulyorejo, Balen, Bojonegoro. Kondisi mayat sangat mengenaskan, karena sudah membusuk. Diperkirakan mayat mengapung di sungai sudah sepekan.
Mayat itu pertama kali ditemukan warga setempat yang hendak buang hajat di sungai. Warga kaget, lantaran mencium bau yang cukup menyengat. Bau itu, awalnya dikira bau bangkai sapi. Tapi, setelah dicek, warga dikagetkan dengan sesosok mayat telanjang mengapung.
“Memang di sekitar mayat perempuan itu ada mayat sapi. Kami sangat terkejut,” terang Abdul Cholis, warga setempat, Kamis (17/12/2009).
Mengetahui ada mayat perempuan, dia berteriak minta tolong. Tak lama kemudian datang beberapa warga lain dan langsung berusaha menghubungi kepolisian. Beberapa petugas dari Polsek Balen langsung terjun ke lapangan untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi dipimpin langsung Kapolsek AKP Susilo Teguh.
Polisi belum bisa memastikan identitas korban. Karena, di tubuh korban tak ditemukan kartu identitas apapun. Selain itu, warga juga mengaku tak mengenal korban. Mayat korban sendiri langsung dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. “Kami masih menunggu visum dari pihak rumah sakit. Jadi belum bisa menyimpulkan,” terangnya..
Selanjutnya, mayat dengan tinggi sekira 155 sentimeter dan berumur 35-40 tahun itu untuk sementara dititipkan di kamar jenazah RSUD. Tapi, hasil sementara tak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Sebab, saat ditemukan kondisinya belum bergeser dan masih tertelungkup.
Polisi masih menunggu jika ada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Diduga, mayat itu berasal dari daerah hulu sungai, dan saat air pasang mayat mengalir ke hilir. Jika sampai tiga hari tak ada keluarga yang mengakui, maka maka akan dikuburkan di pemakaman umum..
(Nanang Fahrudin/Koran SI/teb)
sumber : news.okezone.com

Wanita Telanjang Tewas di Kamar Mandi Masjid

BANTUL - Warga di kawasan Pantai Pandansimo, Srandakan, Bantul, DIY, dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan tanpa busana di kamar mandi Masjid At-Touhid sekira pukul 07.00 WIB, Senin (18/1/2010).

Korban diperkirakan berusia 40-an itu ditemukan pertamakali oleh Suparman (50), salah seorang petugas pembersih masjid yang berada di lokasi saat akan membersihkan kamar mandi.

“Sekira pukul 07.00 WIB, saat akan membersihkan WC ternyata ada sesosok perempuan tanpa busana tergelak di kamar mandi. Setelah saya pegang ternyata wanita itu telah  tak bernyawa,” katanya.

Temuan wanita yang tewas itu selanjutnya dilaporkan ke RT setempat dan langsung memberitahukan kejadian itu ke Polsek Srandakan yang langsung datang ke lokasi..

Setelah dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Polres Bantul dan juga petugas medis dari kecamatan Srandakan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban.

“Diduga korban meninggal akibat kambuh penyakitnya saat berada di kamar mandi,” ujar Kapolsek Srandakan AKP Sutejo saat dikonfirmasi.

Karena tidak ditemukan identitas sama sekali, korban selanjutnya diserahkan kepada masyarakat setempat untuk dimakamkan. “Korban langsung dimakamkan oleh warga setempat,” tandasnya.

(Daru Waskita/Trijaya/teb)
 
sumber :news.okezone.com

Guru Musik Wanita di Wales Diprotes Gara- Gara Mandi Bugil Bareng Siswi Siswinya

Lloyd Jones (36)  guru musik di Wales Inggris diprotes para orangtua karena kedapatan mandi bugil bersama para siswinya. Para orangtua curiga terhadap sikap bu guru tersebut karena mengatakan "Aku mencintaimu" dan memberikan hadiah menarik bagi siswinya yang berumur sekitar 13-16 tahun.

Depertamen musik di sekolah tersebut menerima laporan dari orangtua siswa terkait perilaku bu guru yang dinilai tak layak. Apalagi bu guru itu memberikan hadiah dan sudah mengirim lebih dari 1.000 sms bahwa ia mencintainya sungguh-sungguh.

Bahkan pihak berwenang juga dilapori, bu guru itu telah membelikan boneka barbie, perhiasan dan parfum kepada siswi sekolah musik di Blackwood, Gwent, Wales itu.

Para orangtua makin marah begitu mengetahui bahwa ada belasan siswi mandi bugil bersama bu guru itu dan curiga telah terjadi sesuatu. Mereka khawatir perilaku bu guru Lloyd Jones diduga lesbian itu akan menular kepada putri mereka.

Para orangtua makin marah begitu mengetahui bahwa ada belasan siswi mandi telanjang bersama bu guru itu dan curiga telah terjadi sesuatu. Mereka khawatir perilaku bu guru Lloyd Jones diduga lesbian itu akan menular kepada anak anak gadis mereka"Mengapa saat para siswi mandi bugil kemudian Ny Lloyd Jones masuk. Itu perbuatan tak pantas dan mungkin ada permainan kasar telah terjadi," ujar Huw Roberts yang protes.

Sedangkan Lloyd Jones sendiri ketika di depan persidangan dewan guru di Wales menyangkal tuduhan itu. Karena apa yang dilakukan tak ada maksud  seksual sedikitpun..

Pengadilan itu menyalahkan, seharusnya Ny Lloyd Jones menggunakan bilik pancuran lain bukan nyelonong ke kamar mandi para siswi yang sedang bugil.

Orangtua lebih curiga karena bu guru itu melarang siswinya bercerita kepada orantuanya. Selain memberikan hadiah yang disukai para siswi, bu guru itu juga gemar kirim pulsa dan gantungan kunci.

Dalam hal itu bu guru Lloyd membantah karena hadiah itu diberikan kepada para siswi yang miskin dan berprestasi. Hingga kini penyeledikan masih dilakukan terkait dugaan perilaku seksual menyimpang oleh bu guru kepada para siswinya.
(dailymail.co.uk)

 

Popular Posts

Followers

Naked in Satisfaction © 2012 | Template By Jasriman Sukri