Hippies - All About Hippies World (Pictures)

All about Hippies world 

“Hippies sought to free themselves from societal restrictions, choose their own way, and find new meaning in life. One expression of hippie independence from societal norms was found in their standard of dress and grooming, which made hippies instantly recognizable to one another, and served as a visual symbol of their respect for individual rights. Through their appearance, hippies declared their willingness to question authority, and distanced themselves from the “straight” and “square” (i.e., conformist) segments of society.” Hippies = PARTY ALL THE TIME (NO WORRIES)! Here are some retro and some DeviantArt photos of hippies. Enjoy watching!

 
 

 

 

 

 

 

 
 

 


. 
 

src :  http://do-while.com/the-world-of-hippies

Demonstran Wanita Rame-Rame Dilecehkan, Polisi Malah Ikut Menghajarnya


Berawal ketika terjadi demonstrasi anak-anak muda di Bastille Prancis, sekelompok anak muda melempari polisi anti huru hara dengan beberapa buah botol. Tanpa diduga seorang wanita muda pendemo tiba-tiba berdiri di antara polisi dan demonstran lainnya sambil membuka baju. Akibatnya demonstran pria yang sebelumnya telah liar secara beramai-ramai melecehkan wanita ini tanpa ampun. Beberapa orang berusaha menolong. Saat wanita ini berhasil lolos dari para demonstran, wanita ini  justru tertabrak rombongan polisi anti huru hara yang mengejar para demonstran. Akibatnya si wanita terjatuh dan terinjak-injak oleh rombongan polisi.

Female Activists Held for Near-Naked Protest near G20 Venue In Korea


Two members (R) of the group People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) pose for photographers as they stage a naked protest outside the venue of the upcoming G20 summit in Seoul on November 9, 2010. The naked Mother Earth protesters wanted to warn G20 members about hazards of meat production ahead of the November 11-12 summit.

SEOUL, KOMPAS.com - Two female animal rights activists were detained Tuesday for staging a near-naked protest near the heavily-guarded venue of this week’s G20 summit, South Korean police said. The two members of People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) staged a brief demonstration outside the Convention and Exhibition Centre in southern Seoul, which is guarded by heavily-armed police and troops.

Female police officers took away the pair, who were clad only in underwear in frigid winter weather. They carried placards reading “Save the planet. Go vegetarian”, and painted images representing the earth’s continents on their bodies.

“They are now in custody at a nearby police station for staging an unauthorised protest inside a security zone,” a police spokesman told AFP, adding investigators have yet to bring charges against them.

The two were identified as Canadian activist A. Fruno, 24, and her Korean colleague Han Sae-Mi, 34. Police have banned protests within a two-kilometre (over one mile) radius of the venue for the summit on Thursday and Friday. PETA claims switching to a vegetarian diet is the most effective way to fight climate change and reduce environmental destruction.

“It’s all a bit shocking to be arrested wearing little more than some paint but what the meat industry is doing is far more shocking and detrimental to the planet,” Han said in a statement.
 
Sumber : AFP  via english.kompas.com

Seorang Model Nekat ProtesTelanjang Di Jalan

Dani Lugosi protes sambil telanjang dan hanya menggunakan poster bertuliskan “Ink Not Mink” di Pitt Street Mall pada tanggal 24 November 2009 Sydney, Australia. Peta adalah sebuah organisasi dunia anti pembunuhan terhadap hewan-hewan yang diambil bulunya demi mantel-mantel bulu. Slogan PETA yang terkenal adalah : " Lebih baik telanjang daripada mengenakan bulu binatang". Jangan ditiru ya...!

 




Tolak Penggusuran, Sejumlah Perempuan Buka Baju..!!

Metrotvnews.com, Batam: Pengusuran lahan di areal Bandar Udara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Kamis (8/1), ricuh. Sejumlah perempuan yang menolak pembongkaran sempat membuka baju sebagai bentuk protes.
Keributan pecah saat sejumlah petugas berniat memindahkan warga di lahan tersebut. Beberapa warga berupaya melawan puluhan petugas. Bahkan sambil berteriak histeris, sejumlah perempuan membuka baju pakaiannya.
Dianggap menghalangi penggusuran, petugas lalu membubarkan warga secara paksa. Beberapa warga bahkan dibawa ke kantor polisi karena dianggap sengaja menghambat kerja petugas.
Sementara Kepala Satuan Samapta Kepolisian Kota Besar Barelang Komisaris Polisi Guruh menyatakan sebelum penertiban warga sudah tiga kali diberi surat peringatan. Tapi peringatan itu tidak digubris.
Metrotvnews.com



Dari Blokir Jalan Hingga Ibu-ibu Telanjang Badan

Jakarta - Usaha warga gusuran Taman BMW benar-benar variatif. Ada yang pasrah menerima, ada yang memblokir jalan bahkan 5 ibu-ibu melepas bajunya hingga telanjang badan.

"Kalian pengecut, beraninya sama orang kecil!" tuding Salamah (35), salah satu korban penggusuran taman BMW di Jl RE Martadinata, Jakarta Utara, Rabu (8/10/2008).

Sebelumnya, sebelum mencapai titik timur area penggusuran seluas 26 ha, warga berusaha mencegah gerak laju 700 anggota Satpol PP dengan melintangkan bambu dan kayu di jalan setapak. Kayu dan bambu itu dibakar untuk memperlambat laju gerak Satpol PP. Namun, karena kalah jumlah, warga terdesak dan mundur hingga sungai Danau Sunter.

Di atas jembatan itu, warga mencoba bertahan. Satpol PP pun berhenti sejenak untuk mengambil nafas. Setelah istirahat sekitar 30 menit, petugas berseragam biru bersepatu boat itu melanjutkan pekerjaannya. Tameng-tameng diangkat dan pentungan diacungkan. Selangkah demi selangkah, pasukan Satpol PP bergerak menuju jembatan, meruntuhkan benteng pertahanan terakhir warga.

Warga pun membentuk pagar betis. Dengan energi seadanya, 60 warga di atas jembatan itu beradu muka dengan petugas. Adegan dorong mendorong pun terjadi.

Lagi-lagi, jumlah warga kalah banyak hingga terdesak ke seberang sungai. Setelah warga kalah, petugas langsung berusaha menangkapi warga yang menghalang-halangi pekerjaannya. Warga pun kabur dan terjadi kejar-kejaran. Bukk...bukkk...bogem mentah dan pukulan serta pentungan menghujam ke warga yang tertangkap. Darah mengalir merah sementara ibu-ibu yang melihat langsung manangis histeris.

Setelah berhasil menguasai medan "pertempuran", Satpol PP membakar gubuk-gubuk yang masih berdiri. Api membubung dan asap hitam pekat mengepul.

"Kami hanya ingin hidup normal, tidak diburu dan digusur seperti kriminal," pungkas Salamah menangis sedu sedan.

(Ari/nrl)
www.detiknews.com

Protes Telanjang di Taman BMW

Sekitar 200 gubuk liar di Taman Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa atau BMW, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali dirobohkan secara paksa dan puing-puing bangunan itu dibakar petugas tramtib, Rabu (8/10) pagi. Warga berteriak, menangis dan berusaha melawan sehingga dua orang terluka.
Warga yang terluka adalah Iwan (38) dan Haryadi (40). Iwan menderita luka memar di bahu kanan. Haryadi luka memar di kaki kiri. ”Kami digebuk ramai- ramai oleh belasan petugas,” kata Haryadi.
”Kalian itu pengecut, beraninya hanya sama warga miskin yang tidak berdaya,” seru sejumlah perempuan korban penggusuran, termasuk Ny Salmah (36), kepada para petugas tramtib yang mengeroyok dua warga tersebut.
Penggusuran yang melibatkan 800 petugas Tramtib Pemkot Jakarta Utara dimulai pukul 08.00. Saat itu petugas mulai merobohkan dan membakar gubuk liar.
Buka pakaian
Berbagai upaya dilakukan warga untuk menghalangi petugas. Ada yang hanya berdiam diri, tetapi ada juga yang menangis, menjerit, dan berteriak. Bahkan sekelompok ibu mencopot bajunya hingga telanjang. Sekelompok pria dewasa terlibat aksi dorong dengan petugas sehingga terjadi bentrokan.
Penggusuran ini adalah yang kedua setelah penggusuran pertama pada 24 Agustus 2008. Saat itu 4.000 orang kehilangan rumah dan tempat usaha setelah 5.000 petugas gabungan membongkar paksa 1.126 bangunan di taman tersebut. Belasan korban penggusuran terluka.
Belakangan ada sebagian warga tetap bertahan dengan membangun gubuk seadanya. Ada yang membangun di antara serakan puing bangunan, tetapi ada juga yang mendirikan gubuk di tepi rel kereta api Ancol-Tanjung Priok.
Hingga tiba penggusuran kedua, Rabu kemarin, ada sekitar 200 keluarga yang masih bertahan. ”Setelah penggusuran ini kami tidak tahu tinggal di mana lagi,” kata Ny Ani (38), korban penggusuran sambil menangis.
Korban penggusuran bingung harus pindah ke mana. Sementara ini mereka bertahan di sisi rel kereta api ruas Ancol-Tanjung Priok. Warga juga menyesalkan tindakan petugas karena tidak menyediakan angkutan gratis bagi warga yang hendak pindah. ”Juga tidak ada tawaran pindah ke rumah susun,” kata Ani.
Kepala Suku Dinas Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat (Tramtib Linmas) Jakarta Utara Sulistyarto menjelaskan, pihaknya tidak melakukan penggusuran. Petugasnya hanya ingin membersihkan kembali taman dari hunian liar itu.
”Taman BMW adalah aset Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara hanya menjaga dan mengamankannya,” kata Sulistyarto menjelaskan.
Kawasan Taman BMW termasuk dalam Waduk Papanggo seluas total 66,5 hektar. Lahan taman yang diokupasi warga seluas 26,5 hektar. Lahan mulai diokupasi sejak pertengahan tahun 1998, tetapi semakin padat oleh pendatang pada tahun 2007 setelah ada penggusuran hunian liar di sepanjang kolong tol Tanjung Priok hingga Jembatan Tiga.
Menurut Kepala Bagian Administrasi Sarana Perkotaan Pemkot Jakarta Utara Heru B Hartono, Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Utara akan segera menguruk lahan sebagai tahap awal pembangunan stadion olahraga bertaraf internasional.
Pengerukan diperkirakan selesai akhir Oktober ini. Pada awal November, lahan akan diberi pagar tembok untuk mencegah kembali berdirinya hunian liar. Anggaran pemagaran lahan di Taman BMW itu diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. 
akuindonesiana.wordpress.com

Protes Penggusuran, Pedagang di Batam Telanjang


Liputan6.com, Batam: Mau tahu, jurus jitu melawan penggusuran? Telanjang! Itulah yang dilakukan para pedagang kaki lima di Pasar Pagi Sungai Jodoh, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (28/7) dini hari. Mereka menolak pindah ke pasar yang baru meski tidak dipungut biaya. Alasannya, selain sepi, frekuensi pungutan liar di tempat baru sangat tinggi: sedikitnya sehari tiga kali. Karena itulah, mereka tetap bertahan di lokasi lama.

Untuk menggusur para pedagang, Pemerintah Kota Batam mengerahkan Tim Terpadu yang terdiri dari aparat ketenteraman dan ketertiban serta personel kepolisian. Tapi upaya itu mendapat perlawanan dari para pedagang yang sebagian besar perempuan. Mereka membuka baju--tinggal kutang--untuk menghadang tim terpadu. Hasilnya, jitu. Para petugas Tim Terpadu akhirnya memutuskan menunda penggusuran hingga waktu yang belum ditentukan.
Protes dengan cara serupa juga pernah dilakukan para pedagang di Pasar Ciledug, Tangerang, Banten. Itu dilakukan ketika mereka berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, dua tahun silam [baca: Ketika "Buka-bukaan" Menjadi Alat Protes]. Mereka memprotes pemindahan paksa pedagang di pasar lama ke pasar yang baru dibangun.(AWD/Erwan Buntaro dan Aloysius Aran)
berita.liputan6.com

London Naked Fashion Week - Model Telanjang di London Fashion Week

Desainer Charlie Le Mindu, menimbulkan kehebohan di ajang London Fashion Week, karena menampilkan para model yang telanjang di atas catwalk. Seperti diberitakan Daily Mail, para model bugil itu hanya mengenakan sepatu boot berhak tinggi warna pink, topi, tas, wig, dan tanpa mengenakan pakaian yang menutupi tubuh mereka.
 

Bagi seorang pembuat wig, itu satu-satunya cara untuk mendapat perhatian atas karyanya, yaitu aksesoris rambut yang dikenakan oleh para model. Dalam satu adegan yang mengingatkan kita pada kisah klasik “Pakaian Baru Kaisar” itu, banyak “fashionista” yang tidak tahu harus mengarahkan pandangan mereka ke arah mana.
Desainer kelahiran Perancis itu meluncurkan labelnya baru setahun lalu tetapi sudah mampu menarik perhatian.
 
Dia juga dikenal berkat wig berbentuk menara Eiffel. Karyanya juga dipakai oleh Lady Gaga. Pelantun tembang “Poker Face” itu pernah mengenakan penutup kepala berbentuk bunga mawar hitam besar saat meninggalkan sebuah hotel di London. Tahun lalu di ajang yang sama, Le Mindu menyakiti kalangan aktivis hak binatang karena meluncurkan penutup kepala yangmenutupi seluruh wajah dibuat dari tikus asli dan bangkai tikus besar.
“Lebih baik membuat mereka (hewan pengerat itu) indah daripada memberikan mereka kepada ular,” kata desainer berusia 24 tahun itu saat ditanya mengenai tanggapan publik atas karyanya.
 
Karya terakhirnya bukan yang paling praktis dengan beberapa aksesori, termasuk penutup kepala beruang aneh bermotif leopard, yang menutupi seluruh wajah model yang memakainya.
Le Mindu lahir di pedesaan Perancis, dia belajar tata rambut di Vidal Sassoon dan Toni & Guy sebelum beralih ke wig dan membuka studio di kawasan Shoreditch yang trendi di East London yang menjadi basisnya saat ini.
sumber: http://www.duniakita.info/2010/09/model-telanjang-di-london-fashion-week.html

tags : model telanjang, model bugil, london naked fashion show, naked fashion 

Berusaha Gagalkan Eksekusi Lahan 2 Wanita Telanjang

 
 
Aksi Suriyati br Barus dan Pinta Ulina br Tarigan, mengendorkan niat juru sita PN Kabanjahe dan polisi. Rencana untuk mengeksekusi ladang dan rumah keduanya yang terletak di Desa Barus Jahe, Karo, kemarin (7/10) akhirnya gagal. Seperti apa aksi kedua omak-omak itu? Sekitar pukul 11.00 kemarin, puluhan polisi terlihat datang mengawal juru sita PN Kabanjahe. Kedatangan mereka untuk melaksanakan eksekusi lahan. Jelas kubu Suriyati dan Pinta protes saat tim juru sita berupaya masuk ke lahan sengketa dan membacakan perintah pengosongan lahan itu.

Suriyati dan Pinta berang. Mereka mempertanyakan dasar eksekusi. Soalnya, pemohon eksekusi yakni J Perangin-angin Cs, terbukti telah memalsukan keterangan dalam gugatan beberapa waktu lalu. Bahkan, dalam sidang juga menghadirkan saksi palsu. Hingga, hakim kala itu, mantan Ketua PN Kabanjahe, Bontor Aruan SH MH dengan putusan No 41/Pid.B/2010/PN.Kbj tertanggal 18 Mei 2010 menyatakan, bahwa para penggugat telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah memakai surat palsu dalam gugatan perdata.

“Kalau lihat itu, jadi apa ddasar ekskusi ini dilakukan, bukankah ini hanya menonjolkan arogansi dan kekuasaan semata. Kami tak terima, kami akan lawan ini sampai kapanpun. Kepada bapak polisi, jangan diamkan orang yang bersalah,“ ujar omak omak ini.

Keterangan Suriyati ini pun didukung Sungkenan Barus, kerabat pemohon eksekusi (dalam adat Karo, kalimbubu pemohon eksekusi-red). Dalam keterangannya, Sungkunen menyebutkan dia sama sekali tidak ada menandatangani surat pernyataan bahwa tanah itu adalah milik pemohon eksekusi.

“Saya telah ditipu, saya tidak pernah tanda tangani surat pernyataan itu. Saya tahu ini adalah bahagian dari upaya menjerat saya berkonflik dengan orang lain. Jangan biarkan seperti ini, harus diadakan pengusutan lebih lanjut,“ kata Barus.

Namun tim juru sita tampaknya tak peduli. Mereka terus berupaya masuk tanpa menghiraukan teriakan kedua omak-omak ini.

Suriyati dan Pinta akhirnya nekat. Keduanya membuka pakaian. Tinggal bra dan celana dalam saja yang tertinggal. Dalam keadaan nyaris bugil itu, keduanya menghadang polisi dan tim juru sita. Bahkan, adu fisik antara kedua kubu yang bersengketa juga tak bisa dihindarkan saat juru sita akan memasuki objek perkara untuk melakukan ekseksusi.

Kedua kubu saling pukul. Melihat itu, Kabag Ops Polres Karo, Kompol B Sitanggang meminta kedua kubu yang bersengketa untuk menghentikan aksi mereka. Selain itu Sitanggang juga menyarankan agar pelaksanaan ekskusi untuk sementara ditunda untuk menghindari konflik berkepanjangan antara pihak pihak yang bersengketa.

“Saya minta agar ekskusi ini ada baiknya ditunda, kita tidak mau hal ini nantinya berbuntut pada hilangnya nyawa seseorang, siapa yang mau bertanggung jawab bila itu terjadi,“ ujar Sitanggang.

Mencermati ini, kuasa hukum termohon eksekusi, Sehati Halawa SH kepada wartawan menyatakan sangat kecewa atas putusan PN Kabanjahe untuk tetap melakukan eksekusi, karena termohon eksekusi tidak mendapat keadilan sebagaimana seharusnya.

Selain itu, eksekusi merupakan hal yang sangat aneh. Soalnya, masih ada kasus pidana yang masih punya hubungan erat dengan kasus perdata yang dimenangkan termohon. “Lantas kenapa akhirnya pihak PN Kabanjahe mau terus melanjutkan ekskusi ini? Bukankah satu kekeliruan, apalagi kemenangan para pemohon itu harusnya dibatalkan karena ada keterangan palsu di dalamnya,” jelas Halawa

Sumber Berita Lampung: Gagalkan Eksekusi Lahan 2 Wanita Tanggalkan Baju Telanjang |Terkini

Aksi Protes Telanjang Saat Lahan Tol Mojokerto

Jombang (beritakota.net) – Rusuh pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono terus belanjut. Sebelumnya, karena mendapat perlawanan dari warga maka aksi ini dihentikan sejenak. Namun saat aksi ini dilanjutkan, sejumlah warga di Dusun Semelo, Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo langsung mengamuk menghadang jalannya eksekusi, Kamis (23/9). Warga yang emosi menghentikan tiga alat berat yang sedang bekerja.
Mereka langsung melempari dengan batu dan tanah liat. Tak hanya itu saja, warga tersulut emosi juga mengumpat sejumlah petugas yang sedang meredam aksi massa itu. “Kami minta proses pembangunan ini dihentikan. Seluruh alat berat harus ditarik mundur,” ancam warga dengan nada tinggi.
Mendapat acaman itu membuat sejumlah pekerja ‘keder’. Setelah dialog beberapa saat, petugas memilih langkah kompromis. Selanjutnya satu alat berat berupa back hoe balik kucing. Pengamanan pembongkaran itu dipinpin langsung oleh Wakapolres Jombang Kompol Deden S Imhar.
Sementera itu Sudarmi alias Mbok Darmi mengungkapkan penolakan pembangunan jalan Tol ini dengan cara unik. Wanita yang nampak getol berorasi ini mengungkapkan penolakan ini dengan cara nyaris telanjang. Beruntung aksi Mbok Darmi ini dapat dicegah petugas, sehingga rencana mbok darmi untuk telanjang bulat dapat digagalkan.
Sebelumnya, Munif Khusnan, Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) menyatakan tidak akan menghentikan proses eksekusi tersebut. Proses pembebasan tanah jalan terus. “Dengan atau tanpa perlawanan proyek ini akan jalan terus,” tegas Munif.
Terkait proses hukum yang masih berjalan di Pengadilan, menurut Muniftidak akan menghambat pembangunan tol itu. Sebab, yang digugat oleh warga adalah P2T bukan pelaksana pembebasan tanah. Sedangkan pelaksana pembebasan tanah adalah Tim Pembebasan Tanah (TPT) bersama kontraktor yakni PT Marga Hanurata Intrinsik (PT MHI). Langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi kepada warga tanpa menghentikan proses.
nurul arifin/beritakota.net

Orlando Boosters, PETA Protesters All Disappoint Us

So how was the big Florida–in–Times Square event the Orlando tourism people planned for this morning? And how was the big how-dare-you-bring-tropical-animals-to-this-frigid- climate protest PETA promised? As it turned out, really, really disappointing. On all counts.
Orlando's display was merely a shabby-looking, artificially heated, palm-fronded staging area on a slushy traffic island. None of the promised animals — flamingos, alligators — were in evidence when we arrived, around 9:30, and there was certainly no gator-wrestling. Nor, to our great disappointment, was there any PETA. There was a gaggle of scantily clad "hotties" who braved the sub-freezing temps and plunged with forced merriment into a hot tub, and a cadre of actors from Orlando's Medieval Times staging a fake joust. (How the Orlando location differs from the one in New Jersey was unclear.) We were not allowed to talk to the hot-tubbing hotties — the PR guy who banned us wouldn't even identify himself — and so we didn't even attempt to talk to the Kingston, New York, family of five that had won an ostensibly free trip to Orlando and, perhaps as payment, was placed on the allegedly toasty stage to watch Mickey, Minnie, and friends cavort.
Later, we phoned the PETA people, who assured us protesters had been there — all two of them — but across the street. They also claimed that, before we arrived, the Orlando folks had briefly exhibited a baby gator. (Orlando didn’t return our call seeking confirmation.) And the ASPCA told us that Orlando had received a New York City permit to exhibit the animals, even in the cold, and had also been told that gator-wrestling was illegal in New York State. Which, we imagine, left those two PETAers little to protest. —Tim Murphy

source : http://nymag.com/

Naked Fur Protesters

Naked Fur Protesters

It has been an eventful day with not one but THREE naked fur protesters. The first two turned out in all of their glory at the Valentino show this afternoon. I was sitting at the show watching the models parade down the runway with Veronica Lake hair and film-noir red lips when out of the corner of my eye I saw a naked tush. A blonde woman had disrobed and unfurled an anti-fur banner. The only thing she was wearing was a "no fur" sign painted on her back and a determined expression.

Fur protester (REUTERS/Charles Platiau)

The security guards tackled her as if they were going for a Super Bowl ring and she flew directly into the lap of Glamour's editor-in-chief Cindi Leive. Cindi, ever the journalist, shook off her surprise and immediately reached for her cell phone to snap the woman's picture. Readers of the magazine may want to look for the snapshot on an upcoming editor's page. The fashion crowd, ever blase, simply noted, "Wow, no cellulite!"

Soon after the blonde had been tackled and removed, a brunette stripped off her trench coat and made a beeline for the runway. She also managed to do the full monty before the guards hustled her out of the room.

Later in the day, at the Christian Lacroix show, another blonde stripped and held up a sign in protest of fur. She managed to get a few long seconds in front of a bank of cameras before the security team managed to throw a suit jacket around her shoulders and haul her out.

I'm not sure why all the stripping fur protesters are women. A man would at least add a little variety. But whether male or female, they've certainly got their work cut out for them. Designers are having a real love affair with fur this season.

While going from one side of Paris to the other on the way to a show, it occurred to me, as I looked at the schedule, that none of the designers of the major houses here are women. Milan has Miuccia Prada, Donatella Versace, Alberta Ferretti, Gucci's Frida Giannini, Angela Missoni, Silvia Fendi and so on. Milan is practically dominated by female designers. Paris has Ann Demeulemeester, Comme des Garcon's Rei Kawakubo, Stella McCartney and Sophia Kokosalaki, who is designing her own line as well as Vionnet and a couple of other lesser-known names. But the really big or prestigious houses -- Chanel, Valentino, Givenchy, Lanvin, Balenciaga, Dior, Yves Saint Laurent --are all helmed by men. I'm not sure what to make of that, but it seems odd and well, just not right. It's not that I don't think men can design for women, it's just that diversity is always a good thing. The more ideas and points of view, the better.

Ratusan Perempuan Telanjang Protes Cagar Alam

Sebuah tim ilmuwan yang bekerja dekat sebuah cagar alam Kenya telah diusir dari tempat penelitian mereka oleh lebih dari tiga ratus perempuan telanjang.
Para perempuan telanjang dan berlari ke kamp penelitian dengan di dekat Sungai Tana di pantai Kenya dalam upaya untuk memohon kutukan pada daerah tersebut.
Perempuan telanjang di tempat umum dianggap yg menandai suatu kesialan oleh masyarakat setempat. Masyarakat dan para wanita berharap protes mereka akan membuat para ilmuwan berpikir dua kali tentang mencaplok tanah untuk memperluas kawasan cagar alam.
Dihadapkan oleh demonstrasi yang tidak biasa, para ilmuwan meninggalkan penelitian mereka  mereka tentang monyet Colobus langka merah. Aneh...???

Scientists down tools before naked protest

A team of scientists working near a Kenyan nature reserve have been driven from their studies by more than three-hundred naked women.
The women stripped and ran into the research camp by the Tana River reserve on the Kenyan coast in an attempt to invoke a curse on the area.
Female public nudity is considered ill-omened in many Kenyan communities and the women hoped their protest would make the scientists think twice about annexing the land to extend the nature reserve.
Confronted by the unusual demonstration, the scientists abandoned their census of the rare red colobus monkey and fled. 
From the newsroom of the BBC World Service - http://news.bbc.co.uk

Tahanan Wanita Telanjang Bersama (Protes Telanjang)

Sekelompok dari sekitar 50 wanita di penjara Mthatha telah menghidupkan kembali tradisi yang unik dengan melakukan protes telanjang, atau setshwetla, terhadap rencana pemerintah Afrika Selatan untuk memindahkan mereka ke penjara lain ke Queenstown. .

Kepala penjara, komisaris Linda MTI, mengatakan, "Wanita-wanita ini memutuskan untuk melepaskan pakaian begitu kita mencoba untuk memindahkan mereka ke Queenstown untuk memberikan ruang bagi tahanan laki-laki di penjara keamanan maksimum," . "Ini menyebabkan banyak polemik, karena kami tidak menduganya. Kami berharap menteri dapat menggunakan kekuatan persuasif untuk membuat mereka pindah ke Queenstown," katanya.

Golden Miles Bhudu, presiden Afrika Selatan Tahanan Organisasi Hak Asasi Manusia (Sapohr) mengatakan ia "sangat gembira" tentang aksi protes para perempuan, karena itu tradisi protes seperti ini sering dilakukan  pada tahun delapan puluhan untuk memprotes melawan sistem apartheid.
Pemindahan  tahanan ke Queenstown, sekitar 250km dari Mthatha, akan menyulitkan  keluarga  untuk mengunjungi mereka.
Seorang penduduk setempat mengatakan tidak ada angkutan umum antara kedua kota dan dibutuhkan tiga taksi yang berbeda untuk melakukan perjalanan ke kota itu. Ini rupanya juga membuat sulit bagi sipir untuk membawa para tahanan yang sedang  menunggu sidang untuk dibawa ke Mthatha untuk kasus pengadilan mereka.

Naked Prisoners Women Attracts the Minister's Attention

Only in South Africa - prisoners protesting about being moved to another jail. Their bare-bottomed cheek has paid off. The minister will take time off from his busy schedule to ogle (sorry that should read 'see') them.

A group of about 50 women in the Mthatha prison has revived a unique tradition by staging a naked protest, or setshwetla, against plans to move them to Queenstown.

The prison chief, commissioner Linda Mti, said the and correctional services minister Ngconde Balfour would address the women at the Mthatha prison on Friday.

"These women decided to get undressed as soon as we tried to move them to Queenstown to make room for men in the maximum security prison," said Mti. "It caused a lot of drama, because we were not expecting it. We hope the minister can use his persuasive powers to get them to move to Queenstown," she said.

Golden Miles Bhudu, president of the South African Prisoner's Organisation for Human Rights (Sapohr) said he was "very excited" about the women's protest action, because it was something prisoners used in the eighties to protest against the apartheid system.

He said women started with the protest at the end of last week, but since Friday also decided to go on a hunger strike.

The prisoners' transfer to Queenstown, about 250km from Mthatha, would make it difficult for their families to visit them.

A local resident said there was no public transport between the two towns and one had to take three different taxis to travel between them. It apparently also made it difficult for warders as trial awaiting prisoners had to be transported to Mthatha for their court cases.

Sapohr and the warders said the transfer had been decided on without consulting those involved.

source :  http://zacorrect.blogspot.com

Naked protesters march against Pamplona bull run

Pamplona bull protest
Pamplona: Protesters make a stand
Hundreds of protesters, some wearing just thongs and plastic bull horns, have marched through Pamplona to protest against the centuries-old running of the bulls, Spain's best known fiesta.
Each morning during the week-long San Fermin festival, six bulls are set loose on an 825-metre course through the city's cobbled streets leading to the bull ring where they face a bullfighter's sword in an evening fight.
Hundreds of adrenalin and alcohol-fuelled aficionados crowd the course to follow the tradition of running with the half tonne beasts.
But protesters say tradition is not a justification.
"It's wrong to kill and its certainly wrong to torture," said Stella of Wales's Cynwyl Elfed, a woman in her seventies wearing just knickers and strategically placed tape. "It is really sick to enjoy torture."
Tens of thousands of tourists, particularly the United States and Australia, come each year to the July 6-14 festival made famous by Ernest Hemingway's 1920s tale of passion and drinking "The Sun also Rises".
Wearing only underwear
Local authorities do not allow protesters to march naked, as they did once in 2002. This year many wore only their underwear, and many had slogans written across their buttocks in temporary tattoos and painted mottos on each other in body paint.
The protest's organisers - People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) - said 700 marched. Police said there were 500 to 600.
Australian veterinarian Andrew Knight, who came to Pamplona from Perth for the protest, wore just a thong and running shoes.
"Bullfighting is one of the last public festivals involving pure public cruelty in the world," the 34-year-old said.
Banners in several languages called for bullfighting to be banned. When protesters reached the bull ring they called a minute of silence for the bulls which would die this week.
Dozens of locals in Pamplona, a more conservative city than many parts of Spain, lined the route to see the march, some in support, others were against it.
"If I were in the police's position, I wouldn't allow it," Francisco, a 60-year-old retired resident of Pamplona said. "What does she think she's doing?" he said, pointing to a nearly bare protester.
"There are lots of small children about."

Read more: http://www.dailymail.co.uk/news/article-354823/Naked-protesters-march-Pamplona-bull-run.html#ixzz1194zh4YR

Toronto Naked protesters campaign against Alberta oil sands

LUSH Cosmetics Toronto shop employees wear nothing but "oil barrels" outside there Queen West store to launch campaign against Canada's addiction to tar sands oil on June 9, 2010. (Ernest Doroszuk/QMI Agency)
LUSH Cosmetics Toronto shop employees wear nothing but "oil barrels" outside there Queen West store to launch campaign against Canada's addiction to tar sands oil on June 9, 2010. (Ernest Doroszuk/QMI Agency)
EDMONTON - Naked protesters from an Edmonton Lush store bared all Wednesday as the store went from soap shop to soap box. Chants like “time for an oil change” could be heard across the avenue as passerby stopped to stare at the oil barrel wearing staff. The international cosmetic chain was protesting the Alberta tar sands. “Today was just about breaking our oil addiction,” said Jennifer O’Holla, a spokewoman for Canadian Lush Cosmetics. Sharing this sentiment was another 148 Lush stores across North America. But not everyone was on board. “Unfortunately, activities like this protest blur the lines between fact and fiction and add nothing to the serious dialogue occurring among reasonable people seeking solutions to our energy challenges,” said Dave Collyer, president of the Canadian Association of Petroleum Producers. “Experience shows that collaboration, not confrontation and rhetoric, is the most direct path to results.” For O’Holla, it’s about getting people’s attention so they stop and want to talk on a more personal level. “We’re a cheeky company so we do things in a cheeky way,” she said. “We at least want to get the attention first and then talk seriously.” Lush will continue its campaign against the Alberta tar sands for the next two weeks.

source : http://www.torontosun.com

New York University Naked Protest

Apparently the Asylum emergency siren is out of order, because no one alerted us to the presence of naked protesters yesterday at a New York University rally. The students were part of Take Back NYU, a student-run organization which describes itself as "united by the dream for transparency, accountability and democracy at NYU." Whatever that means. Boobs!







source : http://www.asylum.com, http://nyulocal.com

 

Popular Posts

Followers

Naked in Satisfaction © 2012 | Template By Jasriman Sukri